Tentang Ayo Sekolah

Ayo Sekolah adalah sebuah gerakan berbagi semangat dan harapan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.

Latar Belakang
Berdasarkan data dari MoEC 2012, Indonesia Educational Statistics in Brief 2011/2012, di Indonesia terdapat:
•95,31 % siswa SD yang melanjutkan sekolah ke tingkat SMP
•54,49 % siswa SMP yang melanjutkan sekolah ke tingkat SMA
•50, 98 % siswaa SMA yang melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi

Padahal!

Pendidikan = eskalator status sosial ekonomi mereka
Lebih penting dari pada itu
Anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah terebut juga merupakan harapan bangsa

Mengapa fenomena ini bisa terjadi?
•Anak-anak tidak termotivasi untuk sekolah
•Pemahaman lingkungan tentang pentingnya pendidikan masih kurang
•Akses terhadap informasi yang terbatas
•Stigma bahwa sekolah itu mahal dan merasa tidak mampu membiayai sekolah.
•Takut keluar dari zona nyaman. Merasa kehidupan di kampung sudah baik, padahal ada banyak hal yang bisa mereka eksplorasi dan kerjakan.

Bagaimana memperkecil kesenjangan ini?
Dengan cara memotivasi dan menginspirasi dengan cerita langsung dan nyata (kunjungan) dan tulisan (web-based) dari para profesional yang telah sukses mencapai kariernya saat ini berkat kerja kerasnya dalam menempuh pendidikan serta dalam menghadapi tantangan dan keterbatasan hidup. Hal ini dilakukan dengan 2 strategi:
•Kunjungan langsung = menjangkau siswa dan masyarakat yang tidak mendapatkan akses internet.
•Web-based (forum online) = menjangau siswa-siswa yang sebenarnya sudah mendapat akses internet namun masih kurang informasi dan motivasi.

Apa pola pikir yang mau diubah?
•Ekonomi bukan hambatan untuk sekolah! Ada banyak pihak yang bisa membantu, namun mungkin mereka kurang informasi. Disinilah peran program ini membantu mereka.
•Sekolah itu penting dan bermanfaat. Kisah nyata yang diceritakan baik di dalam web dan ketika kunjungan langsung, diharapkan menimbulkan disonansi kognitif pada siswa dan masyarakat, membukakan bahwa dengan pendidikan, kita bisa memiliki kehidupan yang lebih baik.
•Ada banyak profesi dan bidang yang bisa mereka jadikan cita-cita. Selama ini, siswa-siswa di daerah cenderung masih berpikir untuk menjadi profesi yang biasa mereka lihat di sekitar mereka. Cerita inspiratif ini diharapkan membantu siswa untuk mengkeksplore passionnya.

Target dan Sasaran Kunjungan Langsung

Pilot Project: Desa Cipeuti, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kebanyakan siswa SMP dari desa ini tidak melanjutkan sekolah ke SMA dan langsung pergi keluar desa untuk menjadi buruh kelapa sawit atau Pembantu Rumah Tangga.

Untuk kunjungan ke Sekolah dipilih SMP N 4 Sobang yang berada di sekitar Desa Cipeuti dan akan dipilih kelas 3 SMP sebagai target utama karena pada masa itu adalah masa transisi siswa SMP ke SMA sehingga akan membangkitkan semangat para siswa untuk tetap terus melanjutkan sekolah dan menggapai mimpinya.Berdasarkan data dari sekolah, hanya 15 % orang tua yang mendukung anaknya untuk melanjutkan sekolah dan hanya ada 15 dari 39 siswa kelas 3 SMP yang berniat melanjutkan sekolah.

Tujuan dipilihnya kelas 3 SMP juga untuk bisa dilihat indikator keberhasilannya dalam jangka pendek, yaitu dengan melihat dari angka melanjutkan sekolah siswa SMP N 6 Sobang dan dibandingkan dengan angka melanjutkan sekolah di SMP yang sama pada tahun sebelumnya.

Kegiatan Kunjungan Langsung
Tim Ayo Sekolah akan memilih 10 orang volunteer profesi (dokter, polisi, tentara, dan lainnya) untuk dapat berkunjung ke sebuah desa dan tinggal selama 3 hari di desa tersebut. Beberapa hal yang para volunteer profesi lakukan:
•Sosialisasi ke SMP/sekolah di hari Sabtu
bentuknya para volunteer profesi memperkenalkan tentang profesinya, menceritakan bagaimana ia bisa sampai pada titik saat ini, dan memotivasi secara masal di dalam kelas).
•Sosialisasi dan pendekatan ke warga
Sifatnya bisa masal dengan minta bantuan koordinasi dari pemimpin warga untuk mengumpulkan, atau secara personal di waktu-waktu santai.
•Follow up program
Tim Ayo Sekolah akan meng-encourage para volunteer yang telah melakukan kunjungan untuk dapat terus membantu, misal sebagai mentor jarak jauh, sebagai donatur beasiswa, atau hal lainnya untuk beberapa siswa disana.


Leave a Reply