Kunjungan Langsung

  • 0

Kunjungan Langsung

SAMSUNG CSC

Pelajar-pelajar di pelosok desa, seperti contohnya di tempat kami melaksanakan pilot project. Memiliki kondisi mental yang ‘tidak akan keluar desa kalau untuk sekolah’. Kebanyakan pelajar di sana setelah lulus Sekolah Menengah Pertama akan merantau ke Jakarta bukan untuk melanjutkan sekolahnya melainkan untuk bekerja. Sebagian besar akan menjadi pembantu rumah tangga. Lebih memprihatinkan dari itu. Ada juga siswa yang mendapatkan beasiswa, tetapi memohon agar tidak perlu dilanjutkan pendidikannya.

Faktor utama terjadinya kesenjangan ini yang pertama, karena tidak ada Sekolah Menengah Atas di desa setempat, kalaupun ada letaknya di kecamatan yang jaraknya belasan kilometer dengan akses jalan rusak serta sulit untuk dilalui kendaraan bermotor, terlebih sepeda. Kedua, biaya pendidikan yang di SMA tidak lagi gratis seperti di SMP. Belum lagi jika ingin sekolah di luar desa maka orang tua harus menyediakan biaya sewa kamar kos, karena tidak memungkinkan untuk pergi pulang ke rumah. Ketiga, masyarakat di desa masih terjebak dengan pola pikir ‘yang penting masih bisa bertani, masih bisa makan, masih bisa memperoleh keturunan’ itu saja sudah cukup untuk kehidupan.

Kami percaya, sebenarnya masalah terbesar dari itu semua adalah kesadaran akan pentingnya pendidikan, dan motivasi untuk berjuang lebih keras lagi dalam mencapai sesuatu. Penyadaran secara bertahap dan motivasi ini tidak dapat kami berikan tanpa bantuan volunteer-volunteer di luar sana –yang sudah mengalami hal di atas lebih dulu atau bahkan lebih berat dari itu– dan sekarang sudah mendapat cita-citanya, atau bahkan sudah menjadi seseorang yang berguna untuk bangsa.

Untuk itu setiap bulannya Tim Ayo Sekolah akan berkunjung ke Desa –saat ini masih di Desa Cipeuti, Sobang, Banten– membawa sedikitnya 5 orang volunteer untuk berbagi inspirasi dan motivasi kepada siswa/i di sana.


Leave a Reply