Category Archives: Dari Kontributor

  • 0

Kisah “Anak Tukang Becak” Jadi Dokter dan Pengawal Presiden

Dreams-005

Ini adalah cerita mengenai dua sosok teman sekaligus sahabat yang tak pernah menyerah dan berputus asa untuk mengejar cita-citanya. Cerita dan kisah nyata dari dua orang teman yang memiliki latar belakang keluarga hampir sama, dimana Mahmud dan ferry keduanya memiliki orang tua (ayah) bekerja sebagai penarik becak. Walau begitu mereka berdua tak pernah merasa malu dan canggung dalam pergaulan sehingga memiliki banyak teman disekolah.

Walau hidup serba kekurangan dan penuh kesederhanaan, Mahmud dan Feery tidak pernah sedikitpun terlihat minder dan berkecil hati. Beruntungnya kedua orang tua mereka masing-masing masih peduli akan pendidikan mereka. Tak seperti banyak anak dari

Read More

  • 0

Kuliah sampai lulus! (Meski fisik terbatas)

keterbatasan_fisik

Tentang suka dukanya selama jaman sekolah sampai kuliah tuh banyakan dukanya, daripada sukanya. Hehe. Kenapa? Well, jujur, saya perempuan biasa yang punya kekurangan tapi mampu melakukan semua hal dengan normal. Saya akui, saya tunarungu. Ya, saya mengalami gangguan pendengaran sejak di bangku SD kelas 5 atau kelas 6, mungkin. Dan baru memakai alat bantu dengar sejak pertama kali masuk SMP, sedih memang. Saya minder, malu, hidup ini kejam, ngga adil. Saya bener-bener ngga bisa apa-apa, tapi saya tersadar bahwa ada keluarga yang selalu mensupport. Memberi saya semangat, dan saya bersyukur pada mereka semua. Terkadang, ada orang tua yang berusaha menyingkirkan anak kandungnya dari ‘penyakitan’ seperti apa pun kondisinya. Tapi (alm) Bapa

Read More

  • 0

UI, MIMPI SI AKU KECIL: “Api Kecil untuk AKU yang Baru”

mimpi

“Kalau kamu masuk UI, rasanya mama pasti senang banget ya ka?”

Entah kalimat itu sebuah pertanyaan atau sindiran. Terasa begitu menusuk ke otak dan hatiku. Malam itu, aku baru saja berbaring setelah seharian belajar di tempat les bimbel saat mama ikut berbaring di sebelahku. Mendengar mama berkata demikian, rasanya seperti ingin memeluknya tapi tidak punya tangan. Kalau saja mudah, tentu aku akan masuk kampus impian itu, Ma! Siapa yang tak ingin memakai jaket kuning itu? Jaket yang sudah kuimpikan semenjak duduk di bangku SD, bahkan sebelum aku mengerti apa dan bagaimanakah kuliah itu. Yang aku tahu, aku punya mimpi. Mimpi masuk kampus yang kata orang terbaik di Indonesia, UI.

Mama adalah satu-satunya alasan mengapa aku bertahan hidup. Aku selalu ingin mewujukan impian-impiannya terhadapku. Termasuk menjadi siswi jurusan IPA di saat SMA, meski jurusan impianku di kuliah nanti adalah sastra. Namun terasa begitu sedih ketika ia tahu aku tidak lolos seleksi SIMAK UI. Jelas saja, aku belum punya bekal IPS sama sekali untuk menjalani tes itu. Alhasil, cemoohan yang kudapat dari orang-orang yang memandang sebelah mata atas pilihanku mengapa aku memilih banting setir dari bidang IPA ke IPS.

Read More

  • 0

Sepotong Kisah dari Sebuah Perjalanan

Switchback at the base of Cape Smokey, Cabot Trail, Cape Breton, Nova Scotia.Pada sebuah Sabtu di tahun 2007, siang hari itu terasa sangat terik dan penat, namun tidak dapat menutupi kegembiraan hatiku yang untuk pertama kalinya menjejakkan kaki di kampus itu. Ya, ada rasa bangga dan antusiasme yang tinggi ketika aku memasuki gerbang utama bertuliskan Universitas Indonesia. Kebanggaan itu hadir karena akhirnya aku berhasil mewujudkan salah satu langkah dalam mencapai mimpi yang kuperjuangkan dengan susah payah. Langkah yang kupercaya dapat mengubah kehidupanku dan keluarga. Masa yang aku yakini sebagai gerbang kesempatan untuk memperbaiki kehidupan ekonomi keluargaku. Sejak hari itu aku berjanji bahwa aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dan akan berjuang lebih keras lagi untuk mendapatkan ijazah dari kampus ini.

Aku dibesarkan dalam sebuah keluarga sederhana sebagai anak sulung dari 6 bersaudara. Ayahku bekerja sebagai buruh cetak di salah satu surat kabar dan ibuku sejak aku taman kanak-kanak telah mendedikasikan hidupnya untuk mengurus keluarga. Kami tinggal di sebuah komplek di pinggiran Jakarta, tepatnya di kota Tangerang. Kawasan tempat tinggal kami cukup ternama, namun bukan karena elit.

Read More

  • 0

Sempat Gagal Masuk Universitas Impian

keep trying

Jika mengingat kembali, saat itu saya beruntung karena mendapat informasi mengenai universitas top di Indonesia yang membuat saya sangat tertarik saat kelas 3 SMP. Sejak saat itu saya memutuskan untuk mendaftar ke SMA, yang pada awalnya saya telah berencana masuk SMK dan segera bekerja setelah lulus.

Menjelang akhir masa SMA, saya mulai memikirkan kembali rencana untuk berkuliah, saya mencari informasi mengenai biaya kuliah beberapa universitas yang saya minati, dan ternyata cukup mahal, dan saya tahu dengan biaya kuliah itu orangtua saya akan kesulitan. Saat itu entah kenapa saya tidak mundur, saya tetap percaya diri. Saya tetap mendaftar ke salah satu universitas impian sejak SMP yaitu Universitas Indonesia walaupun belum ada kepastian beasiswa, serta juga mendaftar ke universitas-universitas yang menyediakan beasiswa.

Read More

  • 0

Lepaskan Tali Kekang, Menjelajahlah!

compass

Adik-adikku sekalian, saya tidak akan memintamu melakukan ini atau
itu, apalagi melarang. Hidup adalah milik kalian dan kalianlah pada
akhirnya yang menentukan ke mana harus melangkah. Saya hanya akan
bercerita satu kisah.

Di awal tahun 1980, saya adalah seorang anak kecil yang terbaring di sebuah sudut penambangan batu padas. Masih jelas terngiang di telinga suara dentuman palu yang menghantam besi yang diayunkan oleh Bapak dan Ibu saya. Mereka adalah penambang padas. Saya ada di sana menemani mereka karena kami tentu saja tidak punya pembantu untuk merawat saya. Bongkahan batu padas itulah yang kami tukar dengan bahan makanan di desa tetangga. Saya lahir di sebuah keluarga miskin di sebuah desa di pedalaman Tabanan, Bali.

Read More