Category Archives: Cerita Inspiratif

  • 0

“ikut ambil bagian menjadi bagian dari yg terendah” Yovita Natalia

SAMSUNG CSC

Yovita natalia, salah satu volunteer Ayo Sekolah membagikan pengalamannya saat menjadi volunteer di SMP N 4 Sobang, Desa Cipeuti Banten. Kak jojo -sapaan akrabnya- menceritakan pengalmannnya di akun social media miliknya @lia_nataliejojo . Berikut ceritanya:

1. : Hal terbaik dlm hidup adalah ketika kmu sudah menjadi sukses tapi kamu mau ikut ambil bagian menjadi bagian dari yg terendah

2. Kamu yang ngga punya kendala masalah keuangan buat sekolah aja masih suka bolos dan belajar ngga serius 🙂

3. Di sebuah desa terpencil di kota Serang, ada Didit yg pengen bgt jadi Polisi dan pengen nerusin sekolahnya tp

Read More

  • 0

“BERBAGI harapan dan MENJADI harapan untuk mereka” Aprida Silitonga

IMG_1502

Aprida Silitonga, salah satu inisiator Ayo Sekolah, membagikan pengalamannya via akun twitter @pida_silitonga, berikut ceritanya:

1. Rasanya join di itu, recharging! Kenapa? Karena adik-adik dan karena kakak-kakaknya inspiring 🙂 ya Kak 😉

2. Desa Cipeuti yang dikunjungi itu boleh dibilang jauuh bingits…dan melelahkan…jalanan?

Read More

  • 0

Kisah “Anak Tukang Becak” Jadi Dokter dan Pengawal Presiden

Dreams-005

Ini adalah cerita mengenai dua sosok teman sekaligus sahabat yang tak pernah menyerah dan berputus asa untuk mengejar cita-citanya. Cerita dan kisah nyata dari dua orang teman yang memiliki latar belakang keluarga hampir sama, dimana Mahmud dan ferry keduanya memiliki orang tua (ayah) bekerja sebagai penarik becak. Walau begitu mereka berdua tak pernah merasa malu dan canggung dalam pergaulan sehingga memiliki banyak teman disekolah.

Walau hidup serba kekurangan dan penuh kesederhanaan, Mahmud dan Feery tidak pernah sedikitpun terlihat minder dan berkecil hati. Beruntungnya kedua orang tua mereka masing-masing masih peduli akan pendidikan mereka. Tak seperti banyak anak dari

Read More

  • 0

Kisah Pemulung Menggapai Sarjana

aktifitas-Wahyudin-saat-memulung

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Sepuluh tahun lalu, Wahyudin kecil memulai harinya dengan berjalan kaki menyusuri Jalan Alternatif Cibubur. Ditemani tetangganya, yang dipanggilnya Bibi Ani, sulung dari tiga bersaudara itu berangkat sekitar pukul 01.00 untuk memunguti sampah.

Bocah yang masih duduk di kelas IV Sekolah Dasar itu pun ‘resmi’ menjadi pemulung. Sejak itu, Wahyudin menjadi perbincangan para tetangga di sekitar tempat tinggalnya, Kampung Kalimanggis Gang Lame RT1/4, Jatikarya, Jatisampurna, Kota Bekasi.

Namun, sepuluh tahun kemudian, pekerjaannya menjadi pemulung telah membawanya hampir menyelesaikan pendidikan hingga tingkat sarjana. “Saya sekarang sedang skripsi, tapi pekerjaan memulung belum saya tinggalkan. Itu salah satu cara saya

Read More

  • 0

Kegigihan untuk Menggapai Cita-Cita ( Cerita Inspirasi II )

3176274

Ini merupakan pengalaman salah satu teman saya, sebut saja Ani, yang selalu gigih dalam menggapai cita-citanya walaupun pernah gagal dalam pencapaian itu. Ani yang tak pantang menyerah untuk menggapai cita-citanya merupakan salah satu sumber inspirasi saya untuk dapat berperilaku seperti dia. Pengalaman ini dimulai sejak ia berada di bangku SMP.

Saya dan Ani merupakan teman dekat saat SD. Ani adalah sosok perempuan yang baik dan pintar. Betapa senang dan beruntungnya saya saat tahu saya dan Ani masuk di SMP yang sama. Di SMP kami selalu belajar bersama dan mengobrol layaknya sahabat. Suatu hari Ani pernah berbicara bahwa ia ingin menjadi seorang dokter. Awalnya, saat saya mendengar hal itu saya kaget Ani ternyata mempunyai cita-cita seperti itu. Namun lama-kelamaan saya

Read More

  • 0

Kuliah sampai lulus! (Meski fisik terbatas)

keterbatasan_fisik

Tentang suka dukanya selama jaman sekolah sampai kuliah tuh banyakan dukanya, daripada sukanya. Hehe. Kenapa? Well, jujur, saya perempuan biasa yang punya kekurangan tapi mampu melakukan semua hal dengan normal. Saya akui, saya tunarungu. Ya, saya mengalami gangguan pendengaran sejak di bangku SD kelas 5 atau kelas 6, mungkin. Dan baru memakai alat bantu dengar sejak pertama kali masuk SMP, sedih memang. Saya minder, malu, hidup ini kejam, ngga adil. Saya bener-bener ngga bisa apa-apa, tapi saya tersadar bahwa ada keluarga yang selalu mensupport. Memberi saya semangat, dan saya bersyukur pada mereka semua. Terkadang, ada orang tua yang berusaha menyingkirkan anak kandungnya dari ‘penyakitan’ seperti apa pun kondisinya. Tapi (alm) Bapa

Read More

  • 0

Tidak Naik Kelas Bukan Kiamat untuk Saya

“Din, sekolah mulu, gak udeh-udeh” Ledekan Ibu dari salah seorang teman sepermainan ku di rumah, selalu terngiang di telinga ku, melekat seperti luka bekas pecut, sepele tapi sudah telanjur menjadi luka batin untuk ku.

future

6 tahun lalu (2006)…..

Disaat ibu-ibu lain bangga anak mereka dapat melanjutkan naik ke kelas tiga. Ibuku harus bersabar dan menahan malu. Anak perempuan yang dari kecil selalu jadi kebanggannya, tidak pernah mengecewakan, berprestasi di bidang olahraga, saat itu anak perempuan satu-satunya ini dinyatakan Tidak Naik Kelas.  Ya, aku (pernah) tidak naik kelas.

Sampai di hari ini, Ibuku sendiri masih belum tahu bagaimana anaknya ini bisa tidak naik kelas, yang beliau mengerti hanyalah “anak saya gak naik kelas karena malas belajarnya, malas karena di rumah gak ada yang menemani belajar, saya sibuk bekerja, ayahnya sudah gak tinggal bersama kami”. Begitu pun pemikiran orang-orang terdekat kami, mereka berpikir bahwa saya ini korban anak broken homeyang sulit beradaptasi dengan lingkungan sekolah sehingga tidak memiliki motivasi untuk belajar.

Read More

  • 0

UI, MIMPI SI AKU KECIL: “Api Kecil untuk AKU yang Baru”

mimpi

“Kalau kamu masuk UI, rasanya mama pasti senang banget ya ka?”

Entah kalimat itu sebuah pertanyaan atau sindiran. Terasa begitu menusuk ke otak dan hatiku. Malam itu, aku baru saja berbaring setelah seharian belajar di tempat les bimbel saat mama ikut berbaring di sebelahku. Mendengar mama berkata demikian, rasanya seperti ingin memeluknya tapi tidak punya tangan. Kalau saja mudah, tentu aku akan masuk kampus impian itu, Ma! Siapa yang tak ingin memakai jaket kuning itu? Jaket yang sudah kuimpikan semenjak duduk di bangku SD, bahkan sebelum aku mengerti apa dan bagaimanakah kuliah itu. Yang aku tahu, aku punya mimpi. Mimpi masuk kampus yang kata orang terbaik di Indonesia, UI.

Mama adalah satu-satunya alasan mengapa aku bertahan hidup. Aku selalu ingin mewujukan impian-impiannya terhadapku. Termasuk menjadi siswi jurusan IPA di saat SMA, meski jurusan impianku di kuliah nanti adalah sastra. Namun terasa begitu sedih ketika ia tahu aku tidak lolos seleksi SIMAK UI. Jelas saja, aku belum punya bekal IPS sama sekali untuk menjalani tes itu. Alhasil, cemoohan yang kudapat dari orang-orang yang memandang sebelah mata atas pilihanku mengapa aku memilih banting setir dari bidang IPA ke IPS.

Read More

  • 0

Sepotong Kisah dari Sebuah Perjalanan

Switchback at the base of Cape Smokey, Cabot Trail, Cape Breton, Nova Scotia.Pada sebuah Sabtu di tahun 2007, siang hari itu terasa sangat terik dan penat, namun tidak dapat menutupi kegembiraan hatiku yang untuk pertama kalinya menjejakkan kaki di kampus itu. Ya, ada rasa bangga dan antusiasme yang tinggi ketika aku memasuki gerbang utama bertuliskan Universitas Indonesia. Kebanggaan itu hadir karena akhirnya aku berhasil mewujudkan salah satu langkah dalam mencapai mimpi yang kuperjuangkan dengan susah payah. Langkah yang kupercaya dapat mengubah kehidupanku dan keluarga. Masa yang aku yakini sebagai gerbang kesempatan untuk memperbaiki kehidupan ekonomi keluargaku. Sejak hari itu aku berjanji bahwa aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dan akan berjuang lebih keras lagi untuk mendapatkan ijazah dari kampus ini.

Aku dibesarkan dalam sebuah keluarga sederhana sebagai anak sulung dari 6 bersaudara. Ayahku bekerja sebagai buruh cetak di salah satu surat kabar dan ibuku sejak aku taman kanak-kanak telah mendedikasikan hidupnya untuk mengurus keluarga. Kami tinggal di sebuah komplek di pinggiran Jakarta, tepatnya di kota Tangerang. Kawasan tempat tinggal kami cukup ternama, namun bukan karena elit.

Read More

  • 0

Sempat Gagal Masuk Universitas Impian

keep trying

Jika mengingat kembali, saat itu saya beruntung karena mendapat informasi mengenai universitas top di Indonesia yang membuat saya sangat tertarik saat kelas 3 SMP. Sejak saat itu saya memutuskan untuk mendaftar ke SMA, yang pada awalnya saya telah berencana masuk SMK dan segera bekerja setelah lulus.

Menjelang akhir masa SMA, saya mulai memikirkan kembali rencana untuk berkuliah, saya mencari informasi mengenai biaya kuliah beberapa universitas yang saya minati, dan ternyata cukup mahal, dan saya tahu dengan biaya kuliah itu orangtua saya akan kesulitan. Saat itu entah kenapa saya tidak mundur, saya tetap percaya diri. Saya tetap mendaftar ke salah satu universitas impian sejak SMP yaitu Universitas Indonesia walaupun belum ada kepastian beasiswa, serta juga mendaftar ke universitas-universitas yang menyediakan beasiswa.

Read More