Author Archives: admin

  • 0

Kegigihan untuk Menggapai Cita-Cita ( Cerita Inspirasi II )

3176274

Ini merupakan pengalaman salah satu teman saya, sebut saja Ani, yang selalu gigih dalam menggapai cita-citanya walaupun pernah gagal dalam pencapaian itu. Ani yang tak pantang menyerah untuk menggapai cita-citanya merupakan salah satu sumber inspirasi saya untuk dapat berperilaku seperti dia. Pengalaman ini dimulai sejak ia berada di bangku SMP.

Saya dan Ani merupakan teman dekat saat SD. Ani adalah sosok perempuan yang baik dan pintar. Betapa senang dan beruntungnya saya saat tahu saya dan Ani masuk di SMP yang sama. Di SMP kami selalu belajar bersama dan mengobrol layaknya sahabat. Suatu hari Ani pernah berbicara bahwa ia ingin menjadi seorang dokter. Awalnya, saat saya mendengar hal itu saya kaget Ani ternyata mempunyai cita-cita seperti itu. Namun lama-kelamaan saya

Read More

  • 0

Bagaimana dapat berkomunikasi dengan kami?

Email: info@ayo-sekolah.org

Phone:
0812 8746 2495 (Veska Dinda)


  • 0

Kuliah sampai lulus! (Meski fisik terbatas)

keterbatasan_fisik

Tentang suka dukanya selama jaman sekolah sampai kuliah tuh banyakan dukanya, daripada sukanya. Hehe. Kenapa? Well, jujur, saya perempuan biasa yang punya kekurangan tapi mampu melakukan semua hal dengan normal. Saya akui, saya tunarungu. Ya, saya mengalami gangguan pendengaran sejak di bangku SD kelas 5 atau kelas 6, mungkin. Dan baru memakai alat bantu dengar sejak pertama kali masuk SMP, sedih memang. Saya minder, malu, hidup ini kejam, ngga adil. Saya bener-bener ngga bisa apa-apa, tapi saya tersadar bahwa ada keluarga yang selalu mensupport. Memberi saya semangat, dan saya bersyukur pada mereka semua. Terkadang, ada orang tua yang berusaha menyingkirkan anak kandungnya dari ‘penyakitan’ seperti apa pun kondisinya. Tapi (alm) Bapa

Read More

  • 0

Tidak Naik Kelas Bukan Kiamat untuk Saya

Tags : 

“Din, sekolah mulu, gak udeh-udeh” Ledekan Ibu dari salah seorang teman sepermainan ku di rumah, selalu terngiang di telinga ku, melekat seperti luka bekas pecut, sepele tapi sudah telanjur menjadi luka batin untuk ku.

future

6 tahun lalu (2006)…..

Disaat ibu-ibu lain bangga anak mereka dapat melanjutkan naik ke kelas tiga. Ibuku harus bersabar dan menahan malu. Anak perempuan yang dari kecil selalu jadi kebanggannya, tidak pernah mengecewakan, berprestasi di bidang olahraga, saat itu anak perempuan satu-satunya ini dinyatakan Tidak Naik Kelas.  Ya, aku (pernah) tidak naik kelas.

Sampai di hari ini, Ibuku sendiri masih belum tahu bagaimana anaknya ini bisa tidak naik kelas, yang beliau mengerti hanyalah “anak saya gak naik kelas karena malas belajarnya, malas karena di rumah gak ada yang menemani belajar, saya sibuk bekerja, ayahnya sudah gak tinggal bersama kami”. Begitu pun pemikiran orang-orang terdekat kami, mereka berpikir bahwa saya ini korban anak broken homeyang sulit beradaptasi dengan lingkungan sekolah sehingga tidak memiliki motivasi untuk belajar.

Read More

  • 0

UI, MIMPI SI AKU KECIL: “Api Kecil untuk AKU yang Baru”

Tags : 

mimpi

“Kalau kamu masuk UI, rasanya mama pasti senang banget ya ka?”

Entah kalimat itu sebuah pertanyaan atau sindiran. Terasa begitu menusuk ke otak dan hatiku. Malam itu, aku baru saja berbaring setelah seharian belajar di tempat les bimbel saat mama ikut berbaring di sebelahku. Mendengar mama berkata demikian, rasanya seperti ingin memeluknya tapi tidak punya tangan. Kalau saja mudah, tentu aku akan masuk kampus impian itu, Ma! Siapa yang tak ingin memakai jaket kuning itu? Jaket yang sudah kuimpikan semenjak duduk di bangku SD, bahkan sebelum aku mengerti apa dan bagaimanakah kuliah itu. Yang aku tahu, aku punya mimpi. Mimpi masuk kampus yang kata orang terbaik di Indonesia, UI.

Mama adalah satu-satunya alasan mengapa aku bertahan hidup. Aku selalu ingin mewujukan impian-impiannya terhadapku. Termasuk menjadi siswi jurusan IPA di saat SMA, meski jurusan impianku di kuliah nanti adalah sastra. Namun terasa begitu sedih ketika ia tahu aku tidak lolos seleksi SIMAK UI. Jelas saja, aku belum punya bekal IPS sama sekali untuk menjalani tes itu. Alhasil, cemoohan yang kudapat dari orang-orang yang memandang sebelah mata atas pilihanku mengapa aku memilih banting setir dari bidang IPA ke IPS.

Read More

  • 0

Sepotong Kisah dari Sebuah Perjalanan

Switchback at the base of Cape Smokey, Cabot Trail, Cape Breton, Nova Scotia.Pada sebuah Sabtu di tahun 2007, siang hari itu terasa sangat terik dan penat, namun tidak dapat menutupi kegembiraan hatiku yang untuk pertama kalinya menjejakkan kaki di kampus itu. Ya, ada rasa bangga dan antusiasme yang tinggi ketika aku memasuki gerbang utama bertuliskan Universitas Indonesia. Kebanggaan itu hadir karena akhirnya aku berhasil mewujudkan salah satu langkah dalam mencapai mimpi yang kuperjuangkan dengan susah payah. Langkah yang kupercaya dapat mengubah kehidupanku dan keluarga. Masa yang aku yakini sebagai gerbang kesempatan untuk memperbaiki kehidupan ekonomi keluargaku. Sejak hari itu aku berjanji bahwa aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dan akan berjuang lebih keras lagi untuk mendapatkan ijazah dari kampus ini.

Aku dibesarkan dalam sebuah keluarga sederhana sebagai anak sulung dari 6 bersaudara. Ayahku bekerja sebagai buruh cetak di salah satu surat kabar dan ibuku sejak aku taman kanak-kanak telah mendedikasikan hidupnya untuk mengurus keluarga. Kami tinggal di sebuah komplek di pinggiran Jakarta, tepatnya di kota Tangerang. Kawasan tempat tinggal kami cukup ternama, namun bukan karena elit.

Read More

  • 0

Sempat Gagal Masuk Universitas Impian

keep trying

Jika mengingat kembali, saat itu saya beruntung karena mendapat informasi mengenai universitas top di Indonesia yang membuat saya sangat tertarik saat kelas 3 SMP. Sejak saat itu saya memutuskan untuk mendaftar ke SMA, yang pada awalnya saya telah berencana masuk SMK dan segera bekerja setelah lulus.

Menjelang akhir masa SMA, saya mulai memikirkan kembali rencana untuk berkuliah, saya mencari informasi mengenai biaya kuliah beberapa universitas yang saya minati, dan ternyata cukup mahal, dan saya tahu dengan biaya kuliah itu orangtua saya akan kesulitan. Saat itu entah kenapa saya tidak mundur, saya tetap percaya diri. Saya tetap mendaftar ke salah satu universitas impian sejak SMP yaitu Universitas Indonesia walaupun belum ada kepastian beasiswa, serta juga mendaftar ke universitas-universitas yang menyediakan beasiswa.

Read More

  • 0

Lepaskan Tali Kekang, Menjelajahlah!

compass

Adik-adikku sekalian, saya tidak akan memintamu melakukan ini atau
itu, apalagi melarang. Hidup adalah milik kalian dan kalianlah pada
akhirnya yang menentukan ke mana harus melangkah. Saya hanya akan
bercerita satu kisah.

Di awal tahun 1980, saya adalah seorang anak kecil yang terbaring di sebuah sudut penambangan batu padas. Masih jelas terngiang di telinga suara dentuman palu yang menghantam besi yang diayunkan oleh Bapak dan Ibu saya. Mereka adalah penambang padas. Saya ada di sana menemani mereka karena kami tentu saja tidak punya pembantu untuk merawat saya. Bongkahan batu padas itulah yang kami tukar dengan bahan makanan di desa tetangga. Saya lahir di sebuah keluarga miskin di sebuah desa di pedalaman Tabanan, Bali.

Read More

  • 0

Cerita Inspiratif

idea concept

Kenyataan di Indonesia saat ini, masih banyak pelajar-pelajar yang mengalami demotivasi dalam menggapai hak pendidikan yang layak, dan mimpi sekolah setinggi-tingginya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya inspirasi dan motivasi yang diberikan dari pihak sekolah –dalam hal ini guru–, keluarga, maupun lingkungan tempat tinggal.

Banyak pelajar di kota-kota luar Jakarta yang masih berpikir bahwa ‘sekolah asal bisa menghitung dan membaca saja itu sudah cukup, bisa membantu orang tua menjalankan usaha’. Ada juga yang masih terhambat masalah biaya pendidikan.

Padahal sebenarnya kedua hal di atas dapat diatasi, jika perlajar-pelajar di kota yang sudah terjaring akses internet ini bisa mendapat banyak informasi mengenai pentingnya pendidikan. Pola pikir ‘menghitung dan membaca saja cukup’ itu dapat kita ubah bersama jika mereka mendapat banyak cerita inspiratif yang kaya motivasi.

Harapan bagi yang masih terhambat masalah keuangan pun bisa perlahan kembali. Jika mereka ini mengetahui bahwa banyak pelajar di pelosok dengan keadaan yang lebih sulit mampu menembus batas negara ini dan memperoleh pendidikan di luar negeri.

Untuk itu, Ayo Sekolah mengajak siapapun yang memiliki cerita inspiratif untuk bergabung menjadi kontributor cerita kami di portal ini. Apapun cerita yang ingin dibagi, baik itu soal perjuangan mengenyam pendidikan, mendapatkan beasiswa, menggapai impian, menyelesaikan suatu tantangan, cerita apa saja yang bisa menginspirasi banyak pelajar di Indonesia. Kami bersedia menampung dan mempublikasikannya di website ini.

Kirimkan cerita kamu ke cerita@ayo-sekolah.org

Terimakasih,
Salam Berbagi.


  • 0

Ayo Bergabung Menjadi Volunteer ke Pelosok Desa

SAMSUNG CSC

Pelajar-pelajar di pelosok desa, seperti contohnya di tempat kami melaksanakan pilot project. Memiliki kondisi mental yang ‘tidak akan keluar desa kalau untuk sekolah’. Kebanyakan pelajar di sana setelah lulus Sekolah Menengah Pertama akan merantau ke Jakarta bukan untuk melanjutkan sekolahnya melainkan untuk bekerja. Sebagian besar akan menjadi pembantu rumah tangga. Lebih memprihatinkan dari itu. Ada juga siswa yang mendapatkan beasiswa, tetapi memohon agar tidak perlu dilanjutkan pendidikannya.

Faktor utama terjadinya kesenjangan ini yang pertama, karena tidak ada Sekolah Menengah Atas di desa setempat, kalaupun ada letaknya di kecamatan yang jaraknya belasan kilometer dengan akses jalan rusak serta sulit untuk dilalui kendaraan bermotor, terlebih sepeda. Kedua, biaya pendidikan yang di SMA tidak lagi gratis seperti di SMP. Belum lagi jika ingin sekolah di luar desa maka orang tua harus menyediakan biaya sewa kamar kos, karena tidak memungkinkan untuk pergi pulang ke rumah. Ketiga, masyarakat di desa masih terjebak dengan pola pikir ‘yang penting masih bisa bertani, masih bisa makan, masih bisa memperoleh keturunan’ itu saja sudah cukup untuk kehidupan.

Kami percaya, sebenarnya masalah terbesar dari itu semua adalah kesadaran akan pentingnya pendidikan, dan motivasi untuk berjuang lebih keras lagi dalam mencapai sesuatu. Penyadaran secara bertahap dan motivasi ini tidak dapat kami berikan tanpa bantuan volunteer-volunteer di luar sana –yang sudah mengalami hal di atas lebih dulu atau bahkan lebih berat dari itu– dan sekarang sudah mendapat cita-citanya, atau bahkan sudah menjadi seseorang yang berguna untuk bangsa.

Untuk itu kami mengundang teman-teman untuk bergabung menjadi volunteer Ayo Sekolah, ikut sebarkan inspirasi dan motivasi ke pelosok desa. Menjadi panutan dan mentor yang baik bagi siswa/i Indonesia.

Informasi pendaftaran: info@ayo-sekolah.org